Ratusan Ton Ikan Kerambah Apung Milik Warga Di Pangururan Mati Akibat Up Welling

Berita Samosir.Olnewsindonesia,Rabu(22/08)

Ratusan ton ikan kerambah apung jenis ikan mas dan ikan mujair milik masyarakat, tepatnya di dusun I kelurahan Pintusona kecamatan Pangururan Samosir, mati akibat Up Welling (kekurangan Oksigen). Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perikanan dinas Pertanian kabupaten Samosir Sumatera Utara, Jhunellis Sinaga, A.Pi, M.ST.Pi kepada OLNewsindonesia.com melalui telefon seluler, Rabu(22/08).

“Sebelumnya juga hal itu sudah pernah terjadi di tahun 2016, tepatnya di Tanjung Bunga desa Siogung ogung, dan itu disebabkan karena perubahan suhu dari dasar perairan ke permukaan (Up Welling), sehingga amoniak itu jadi meningkat dan gas gas beracun yang dari dasar itu jadi ikut naik sehingga oksigen yang diperlukan oleh ikan jadi berkurang dan menyebabkan ikan tersebut mati”, ungkapnya.

Foto : Ratusan Ton ikan kerambah apung jenis ikan mas dan ikan mujair milik masyarakat akibat Up Welling di musim kemarau, tepat nya di dusun I kelurahan Pintusona kecamatan Pangururan Samosir Sumatera Utara, Selasa(21/08)
Foto : Ratusan Ton ikan kerambah apung jenis ikan mas dan ikan mujair milik masyarakat akibat Up Welling di musim kemarau, tepat nya di dusun I kelurahan Pintusona kecamatan Pangururan Samosir Sumatera Utara, Selasa(21/08)

Penyebab lainnya juga karena cuaca, apalagi saat ini di Samosir kan cuaca nya lagi kemarau panjang, katanya. Kepada masyarakat pemilik kerambah apung, khususnya yang berdekatan dari lokasi matinya ikan tersebut agar menjauhi kerambahnya untuk sementara waktu, agar ikan nya tidak mati akibat limbah ikan yang sudah mengeluarkan aroma busuk, himbaunya.

Ditambahkannya, saat ini yang diketahui sekitar 28 pemilik kerambah apung yang ikan nya semua sudah mati akibat Up Welling, dan besok kita akan lanjuti pembersihan danau toba sekitar kerambah apung yang mengalami kematian ikan akibat Up Welling, ucapnya. Semua ikan yang mati akan kita tanam, dengan menggali lubang menggunakan alat berat(exskavator), agar tidak menimbulkan penyakit dan bau busuk, katanya.

Foto : Jhunellis Sinaga,A.Pi.,M.ST.Pi (Sekdis pertanian sekaligus Plt. Kabid perikanan kabupaten Samosir)
Foto : Jhunellis Sinaga,A.Pi.,M.ST.Pi (Sekdis pertanian sekaligus Plt. Kabid perikanan kabupaten Samosir)

Kita juga menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kerambah apung disekitarnya, untuk menjauhi kerambah apung nya agar tidak terdampak penyakit akibat dari penyakit akibat bangkai ikan, dan upayakan agar memberi jarak minimal 100 meter jarak dari kerambah yang satu dengan kerambah yang lain, harapnya.

Kedepannya, kita akan tata zona dan penerapan secara tehknis mengenai kerambah apung masyarakat,”saat ini draf nya sudah kita susun, dalam tahun ini semoga dilanjutkan menjadi perda”, terangnya.

Akibat matinya ratusan ton ikan kerambah apung jenis ikan mas dan ikan mujair di dusun I kelurahan Pintusona Samosir, kerugian mencapai Miliaran rupiah.

(JuntakStar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *