by

Musyawarah Masyarakat Tompaso, Mencari Keadilan Dari Pertamina Geothermal Energy

Berita Minahasa, Online News Indonesia, Sabtu (2/11/19)

Hampir tiga tahun, sejak diresmikan pada 27 Desember 2016, oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,  Pertamina Geothermal Energy (PGE) Unit 5 dan Unit 6 beroperasi di Tompaso. Namun masih ada beberapa hal janji yang belum direalisasikan oleh PGE. Setidaknya hal ini diungkapkan dalam Musyawarah Masyarakat Tompaso Raya, yang diinisiasi oleh Forum Aliansi Masyarakat Tompaso Raya, diselenggarakan di salah satu  rumah masyarakat yang berada di Desa Pinaesaan, Kecamatan Tompaso Barat, Sabtu, 2 November 2019.

Foto Bersama Di Akhir Sesi Kegiatan
Foto Bersama Di Akhir Sesi Kegiatan

Menurut Ketua Pelaksana Aliansi Masyarakat Tompaso Raya Donny Muaya, S.Pt,  pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina Geothermal Energy,  belum dirasakan masyarakat Tompaso secara maksimal dan belum terealisasi kepada masyarakat Tompaso Raya. Sebagai  contoh, soal bagi hasil dari keuntungan eksplorasi Pertamina PGE TDK tidak jelas arahnya. Hal lain mengenai penamaan PT Pertamina Goethermal Energy Area Lahendong, seharusnya penamaan disesuaikan dengan tempat dimana Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi  (PLTPB) beroperasi, yaitu di wilayah Tompaso.

Sementara Ketua Presidium Aliansi Masyarakat Tompaso Raya ,Ferry M K Wowor, mengharapkan pihak  Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk segera dapat menindak lanjuti hasil dari musyawarah ini.  Masih menurut Wowor, dalam waktu dekat ini PGE  akan melakukan ekspansi pengembangan Sumur baru di wilayah Tompaso tepatnya di Desa Tonsewer Kecamatan Tompaso Barat. Namun kiranya dapat menuntaskan terlebih dahulu kesepakatan dengan masyarakat sekitar.

Hadir dalam kegiatan ini, Sekertaris Dinas Energy Sumber Daya Mineral (ESDM) Propinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Maindoka M.Si, Ketua Presidium Aliansi Masyarakat Tompaso Raya ,Ferry M K Wowor, Camat Tompaso, Camat Tompaso Barat, Pengacara Pemerintah Propinsi Sulut, Noci Karamoy SH, serta para tokoh-tokoh Tompaso, Hukum Tua, dan komponen masyarakat. Acara Musyawarah ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Kemudian akan ada pertemuan lanjutan antara wakil masyarakat dan Pihak PT. PGE.

Gus Arnold Runtunuwu

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed