NKRI Kuat, Ulama dan Pemerintah “Bersatu”

Berita Nasional OL News Indonesia, Sabtu (04/08)
“Indonesia akan kuat jika Ulama dan Umaro  bersatu,” itulah yang disampaikan oleh Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya  saat dirinya memberikan taushiyah pada gelaran Halal bi Halal bersama NU dan Rabithah Alawiyah Kota Pekalongan di Gedung Aswaja, belum lama ini (1/8).
Karenanya, ia meminta adanya rutinitas acara tahunan sebagai medium yang mempertemukan kedua pihak.

TADZIM- Wartawan OL News tengah duduk sejajar dengan Habib Lutfi, sebelum acara di mulai. (Rizal Damara)
TADZIM- Wartawan OL News tengah duduk sejajar dengan Habib Lutfi, sebelum acara di mulai. (Rizal Damara)
“Saya minta NU dan Rabithah Alawiyah menggelar acara minimal setahun sekali, bisa berupa halal bi halal, seminar atau kegiatan sejenis lainnya. Karena kegiatan semacam ini dapat memperkuat persatuan antara ulama, habaib, TNI dan Polri,” ujar keturunan Nabi Muhammad ini.
Dikatakan, acara bersama yang digelar PCNU Kota Pekalongan dapat menjalin ukhuwah antar sesama baik secara lahiriyah maupun batiniyah. Dengan kebersamaan akan dapat membangun kerjasama ekonomi, pendidikan, dan lain-lain oleh warga NU dan Rabithah Alawiyah.
“Dengan kerjasama ini, akan dapat membentengi hati kita masing-masing dan menjadi perisai yang luar biasa, karena keukhuwahan dapat menghindari perpecahan,” pintanya.
Habib Luthfi menceritakan, pada saat Indonesia merdeka, kita sebenarnya ada dimana? pernahkah kita punya kontribusi, meski sekedar memegang bambu runcing? ikut mengusir penjajah hingga di tempat pengungsian.
“Jika rasa cinta kita kepada bangsa dan tanah air semakin tebal, maka seharusnya kita bisa saling menghargai. Akan tetapi yang terjadi saat ini adalah terjadi kemorosotan moral, yang saya khawatirkan sikap masa bodoh, dan cintai tanah air merosot, ini akan berakibat membuka pintu perpecahan,” tandasnya.
Habib Luthfi mengajak kepada semua elemen bangsa untuk meningkatkan rasa nasionalisme dengan cinta tanah air Indonesia. Kegiatan halal bi halal seperti yang dihelat PCNU dan Rabithah Alawiyah bisa menjadi percontohan bahwa sesungguhnya ulama, habaib, TNI, Polri dan umat Islam tidak bisa dipisah-pisahkan.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh, Wali Kota, jajaran Forkompimda, TNI, Polri, jajaran pengurus NU dan Badan Otonom NU se Kota Pekalongan dan warga NU juga anggota Rabithah Alawiyah Kota Pekalongan.
(Jal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *