Negara Tanggung Biaya Pasang Ring Jantung Efraim Meliala Lewat JKN

Berita Karo, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com

Terdaftar sejak tahun 2014 sebagai peserta Program JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung pemerintah pusat telah mengubah hidup Efraim Meliala (29). Ia mengaku sangat bersyukur dan bangga karena negara telah menunjukkan perannya dalam memberikan jaminan sosial kesehatan kepada masyarakat kurang mampu.

Ditemui wartawan saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Efarina Etaham pada Kamis kemarin, pria yang berprofesi sebagai pengepul dan penjual sayuran di Pasar Induk Medan ini mengisahkan kronologi sakit jantung yang dialaminya.

“Nyeri hebat saya rasakan pada bagian dada hingga menyebabkan sesak tidak tertahan pada awal Januari 2023 lalu. Pihak keluarga kemudian membawa saya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Efarina untuk mendapat penanganan pertama. Karena keterbatasan kelengkapan peralatan medis, saya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Murni Teguh Medan untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Oleh dokter spesialis jantung saya didiagnosa mengalami penyumbatan pembuluh darah yang diakibatkan penumpukan plak sehingga saya disarankan untuk menjalani pemasangan ring jantung agar aliran darah dapat kembali lancar,” terang Efraim.

Lebih lanjut, pria ini dengan antusias menjelaskan proses pasang ring jantungnya, dimulai dengan penyuntikan anestesi lokal ke area kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha. Saat kateter sudah berada di area yang menyempit atau tersumbat, maka balon akan dikembangkan untuk melebarkan dinding arteri. Setelah sumbatan terbuka, dokter kemudian mengempiskan balon dan melepaskan kateter, sedangkan ring jantung tetap tinggal pada pembuluh darah agar dapat menjaga alirannya lancar. Karena ring dimasukkan melalui pangkal pahanya, Efraim mengaku tidak diperbolehkan menekuk kaki selama beberapa jam pasca-operasi sehingga oleh dokter disarankan dirawat di ruangan Intensive Care Unit (ICU) hingga kondisinya pulih dan stabil.

“Saya bersyukur dapat ditangani dengan tepat dan cepat, jika tidak mungkin akan berdampak buruk pada keselamatan diri. Saya berterima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN dan pemerintah yang telah menanggung seluruh biaya pengobatan operasi pasang ring jantung,” tambah Efraim.

Efraim juga mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan pelayanan yang baik sewaktu mengakses layanan di fasilitas kesehatan. Di samping itu, tidak ada biaya apapun yang dibebankan kepadanya selaku peserta JKN. Tak hanya itu, proses pelayanan administrasinya sangat mudah, apalagi dengan tersedianya Aplikasi Mobile JKN. Saat ini Efraim senang karena Aplikasi Mobile JKN sudah dapat dimanfaatkan untuk mengambil antrean secara online dan juga menyediakan kartu digital.

Sementara itu, kakak Efraim yang bernama Noni Br. Milala juga turut bersyukur dengan adanya Program JKN yang telah banyak membantu masyarakat dari masalah finansial terkait pembiayaan kesehatan. Ia juga berharap agar pemerintah tetap mempertahankan dan semakin meningkatkan pelayanan di fasilitas kesehatan khususnya milik pemerintah.

“Tidak terbayang berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak keluarga untuk membayar perobatan adik saya, apalagi sewaktu kemarin dipasang ring jantung yang kabarnya lebih dari 100 juta rupiah. Bahkan saat ini Efraim juga sedang menjalani perawatan karena kembali merasakan sesak dan nyeri pada bagian dada,” ujar Noni.

Lebih lanjut wanita asal Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung Kabupaten Karo ini juga mengaku bahwa ia sendiri pernah memanfaatkan kartu JKN saat dirawat inap pada tahun 2019 silam karena ada gangguan di paru-parunya. Penyebabnya tak lain karena alergi udara dingin. Menurutnya, pelayanan kesehatan menggunakan kartu JKN sekarang sudah semakin baik.

“Selain cepat, tanggap, juga keramahan petugasnya patut diapresiasi. Hal ini yang perlu terus diinformasikan kepada masyarakat agar mereka memahami berbagai ketentuan terkait prosedur berobat menggunakan jaminan Program JKN. Misalnya, bagaimana alur rujukan berjenjang, tidak bisa ke rumah sakit dulu kecuali dalam kondisi darurat. Tidak perlu cemas karena pelayanan di Puskesmas pun juga sudah semakin baik sekarang,” pungkas Noni.

(David)