by

Menekan Penyebaran Covid-19 Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH Dan Istri Lakukan Test Swab

Berita Tanah Karo, OlnewsIndonesia.com, Kamis

– Bupati Karo Terkelin Brahmana,SH,MH bersama Ny Sariati Sitompul, telah menjalani pemeriksaan untuk Covid-19 di Rumah Sakit Umum Kabanjahe dengan cara swab nasofaring kemarin. Tehnik ini adalah usap hidung dalam mengambil sampel sekresi dari bagian paling atas tenggorokan, di belakang hidung, di RSUD Kabanjahe.

Pelaksanaan test swab ini merupakan inisiatif sendiri, guna memastikan kesehatan tubuh dan sekaligus menekan penyebaran wabah virus corona ditengah masyarakat saat melakukan aktifitas melayani masyarakat.

“Kewaspadaan ini butuh kita cermati sebelum terjadi yang tidak kita inginkan, “tutur Terkelin Brahmana, SH, MH disela sela pengambilan sampel sekresi oleh direktur Rumah Sakit Umum Kabanjahe dr Arjuna Wijaya SpP, di labotorium RSUD, Kabanjahe, Senin kemarin (28/09) 2020.

Menurut Terkelin, secara pribadi kesadaran menjalani test swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR),untuk memeriksa lebih lanjut kondisi fisik. “Apakah terdampak (corona) atau tidak, sebab sebelummya juga sudah dilakukan pemeriksaan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) dan hasilnya non reaktif,” ujarnya.

Di jelaskan Bupati ini lagi, kegiatan tersebut sebagai aplikasi mendukung program yang dilaksanakan oleh dinas Kesehatan Kabupaten Karo, sekaligus penekanan penyebaran pemeriksaan test secara masif kepada masyarakat secara meluas, “terangnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe dr. Arjuna Wijaya SpP,  membenarkan orang nomor satu di jajaran Pemkab Karo bersama istri, telah menjalani pemeriksaan test swab nasofaring Senin kemarin.

Namun Arjuna mengaku, hasilnya belum keluar, karena sampel sekresi yang diambil masih akan dikirim dan diuji di labotorium. “Jadi kita tunggu hasilnya. Karena waktu yang dibutuhkan 2 hari, mengingat di RSUD Kabanjahe belum memiliki alat test swab,” ujarnya.

Juga disebutkannya, bahwa kegiatan ini bersamaan ada program test swab secara massal bagi masyarakat, ASN dan non ASN di Kabupaten Karo, dengan target Quota terbatas yakni hanya 300 orang, termasuk Bupati Karo dan istri telah mendaftarkan diri secara inisiatif guna memastikan kondisi fisik. Lantas
terpapar Covid-19 atau tidaknya seseorang tersebut, harus dengan menggunakan metode uji swab atau polymerase chain reaction (PCR),” terang dr. Arjuna.

(David)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed