by

Kepedulian SMK Muhammadiyah Cariu Bogor Bagi Orang Tua Murid Berpenghasilan Menengah Kebawah

Cariu, OLNEWSINDONESIA.

Peserta didik baru di SMK Muhammadiyah Cariu Bogor angkatan pertama tahun ajaran 2017/2018 sudah mulai mengikuti proses kegiatan belajar mengajar, dan sampai saat ini di SMK Muhammadiyah Cariu masih memberi kesempatan bagi putra-putri lulusan SMP/MTs  yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bisa langsung mendaftarkan diri di SMK Muhammadiyah Cariu yang beralamat di Jalan Puncak 2 Cariu Kabupaten Bogor Jawa Barat, sedangkan biaya pendidikan disesuaikan dengan kemampuan orang tua murid.

“Sebagai bentuk kepedulian dalam dunia pendidikan formal, kami hadir disini untuk membantu masyarakat pada umumnya dan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah kebawah agar putra-putri mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, untuk masalah biaya pendidikan di SMK Muhammadiyah Cariu disesuaikan dengan kemampuan orangtua murid” ujar Drs. H. Nasir Hamzah, M.Pd Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Cariu pada jurnalis OLNEWSINDONESIA.

Gedung SMK Muhammadiyah Cariu
Gedung SMK Muhammadiyah Cariu

Sedangkan untuk saat ini SMK Muhammadiyah Cariu konsentrasi pada Kompetensi Keahlian Farmasi dan Kimia Industri, dengan jumlah ruang belajar 6 kelas kapasitas 216 siswa.

Berdasarkan pantauan dan laporan beberapa orangtua murid pada jurnalis Olnewsindonesia di beberapa sekolah SMP/MTs dan SMU/SMK  di Wilayah Cariu  dan sekitarnya, bahwa jumlah besaran sumbangan bagi peserta didik baru tahun ajaran 2017/2018 masih memberatkan orang tua murid, sedangkan dana BOS tahun 2017 dari pemerintah mengalami kenaikan  baik untuk SD/MI, SMP/MTs maupun SMU/SMK dan sampai saat ini masih ada sekolahan yang menjual LKS kepada siswa.

“Sebenarnya LKS itu bukan bahan ajar karena ditulis oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan, jadi kualitas materi LKS tergantung kualitas guru yang membuat LKS tersebut dan hal ini membuat anak didik jadi malas membaca buku pelajaran, yang sudah jelas kualitas dan materinya pun dapat dipertanggungjawabkan, disamping itu sudah ada peraturan yang melarang sekolah/guru menjual LKS pada siswanya.” tutur beberapa sumber yang ditemui jurnalis OLNEWSINDONESIA.

Masyarakat berharap program wajib belajar 12 tahun dari pemerintah dapat berjalan, dan khususnya bagi putra-putri warga masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah agar mendapat kesempatan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Oskar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.