DPMPD Provinsi Banten Menggelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Posyandu Untuk Konvergensi Stunting

Berita Pandeglang Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com

DPMD (Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa) Provinsi Banten menggelar pembinaan mencegah dan mengobati stunting pada anak, yang di laksanakan di Aula Kantor Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, Jumat, 15 Juli 2022.

Acara ini di hadiri oleh Kadis DPMD Provinsi Banten, Dr Dra Enong Suhaeti M.Si, Sekdis DPMPD, Didin S.Sos,MM, Camat Mandalawangi, Ahmad Juwaeni S.Sos, juga pendamping Desa, serta para Kader Posyandu se-Kecamatan Mandalawangi.

“Kegiatan sosialisasi konvergensi stunting ini di laksanakan karena dari hasil data yang Kita dapat dan ini harus segera di tangani untuk menyelamatkan regenerasi bangsa” ucap Dr Dra Enong Suhaeti M.Si selaku Kadis DPMD Provinsi Banten di Kantor Kecamatan usai kegiatan.

Lanjut Enong, untuk saat ini ada 6 anak yang menghidap penyakit stunting khususnya yang ada di Kecamatan Mandalawangi di antara salah satu warga Desa Sirnagali, Desa Giri Pawana, Desa Pari. Langkah pertama yang akan diambil yaitu pemberian makanan yang bergizi dan obat obatan yang di khusus kan bagi pengidap penyakit stunting.

“Serta Kita akan lakukan pembinaan terus kepada masyarakat agar tidak terjadi pada anak kita dan anak lainnya” tutur Enong Suhaeti.

Didin S.Sos, MM selaku Sekdis DPMPD Kabupaten Pandeglang menambahkan, selanjutnya untuk pencegahan stanting akan dilakukan monitoring dan advokasi secara mandiri. Untuk biaya bisa dianggarkan dari Dana Desa untuk dialokasikan bagi pencegahan stunting. Sehingga tinggal kesiapan dari Ibu – Ibu sebagai Posyandu selaku pembina di setiap desa.

“Harapan saya untuk masyarakat Kecamatan Mandalawangi tingkat stunting harus 0 persen, karena ini bentuk perlindungan anak yang akan membuat regenerasi bangsa tumbuh dengan normal dan mari kita rubah mindset masyarakat dengan terus melakukan pembinaan” pungkasnya

(Irgi)