Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa Dilarikan Ke Rumah Sakit

Berita Karo, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com

Kabupaten Karo dihebohkan adanya Ratusan Siswa/i Pelajar dari Sekolah SMA Negeri 1 Berastagi, Yayasan Perguruan Bersama Berastagi (SMP, SMA dan SMK) diduga karena keracunan makanan setelah menyantap makan siang dari MBG (Makan Bergizi Gratis) dimasing masing Sekolah tersebut pada Kamis (13/08/2026) sekira pukul 14.10 WIB.

Pantauan di area SMA Negeri 1 Berastagi mobil Ambulan dari pihak Pemerintah, Partai dan Swasta tampak berlalu lalang dan Sirine Ambulan tersebut meraung raung di sepanjang jalan Djamin Ginting Berastagi menuju ke setiap Rumah Sakit sekitar Berastagi dan ke Rumah Sakit Amanda, Rumah Sakit Evarina, dan Rumah sakit Swasta lainnya serta ke RSUD Kabanjahe untuk mengantar para Siswa/i Pelajar yang keracunan ini dengan kecepatan tinggi di atas aspal.

Data di lapangan didapat dari berbagai sumber mengatakan bahwa keracunan tersebut diduga dari jenis Ikan Dencis Botan yang menyebabkan tubuh Korban dari Siswa gatal gatal, mual, muntah muntah panas bagian lerut dan dada serta bentol bentol di kulit.

Diketahui bahwa ada sekitar 200 ratusan Siswa SMA Negeri 1 Berastagi yang terdampak keracunan dan dari Yayasan Perguruan Bersama ada sekitar 30-an orang.

Saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Karo dan tim Inafis Polres Karo telah turun kelokasi untuk mengumpulkan data data dan memantau secara langsung evakuasi Siswa/i yang keracunan. Hingga sore ini, pantauan media situasi sudah mulai kondusif namun pihak pengamanan dari Polres Karo dan Kodim 0205/TK tetap berjaga jaga di lokasi.

Diketahui bahwa dapur yang mengisi menu MBG sekolah yang diduga keracunan tersebut supplier nya dari titik dapur yang ada di area KODIM 0205/TK.

Salah satu narasumber yang tidak ingin menyebut namanya, dimana anaknya juga jadi korban keracunan tersebut, mengatakan bahwa bila kami orang tua sudah ragu dengan menu MBG, semoga kedepannya atas kejadian ini ada perubahan yang lebih baik lagi dalam penaganannya, demikian harapan orang tua Siswa ini.

(David)