Berita Nasional, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan, yang disampaikannya dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) di Universitas Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.
“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, Rabu (21/1/2026).
Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam mengenai amanah menjaga alam. Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan.
Menag melihat, pendekatan ekoteologi menempatkan nurani dan etika sebagai elemen penting dalam mengelola kemajuan dan menjaga keseimbangan lingkungan.
“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan,” ujar Menag.
Jimmy
