Berita Karo, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com
Kabupaten Karo adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan Kota Kabupaten, Kabanjahe dengan luas wilayah sekitar 2. 127,25 Km yang jumlah penduduknya 422.495 Jiwa (sesuai data kependudukan Kabupaten Karo tahun 2024_red). Yang mana Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi Karo, Pegunungan Bukit Barisan, dengan ketinggian antara 600 – 1.400 meter di atas permukaan laut.
Kabupaten Karo ini memiliki udara yang sejuk, alam yang eksotik dan segudang tempat objek wisata yang pantas di kagumi oleh orang orang penikmat dan pecinta alam mulai dari Gunung, Danau, Air Panas hingga Goa Liang Dahar yang konon Goa terbesar di Sumatera Utara serta pemandangan alamnya yang membuat tabjub para Wisatawan Lokal, Domestik hingga Internasional.

Baru baru ini Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Karo menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Susur Goa kepada masyarakat lokal yang bekerjasama dengan pihak Pemerintahan Desa setempat, terkait alam budaya serta mengeskplor cagar budaya alam yakni Goa Liang Dahar yang berada di Desa Lau Buluh Kecamatan Kuta Buluh, dan Goa Mante Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini, agar lebih diketahui lagi secara mendalam oleh warga masyarakat lokal nasional bahkan dunia.
Kepala Desa (Kades) Lau Buluh, Ngarapken Ginting saat dikonfirmasi awak media ini, memaparkan terkait Goa Liang Dahar di Desa Lau Buluh Kabupaten Karo ini, bahwa dalam Goa Liang Dahar tersebut memiliki 3 (tiga) tingkatan ruang besar dengan ukuran luas yang berbeda, kira – kira ada 500 m ², 400 m ², dan 300 m ², serta beberapa ruang kecil lainnya. Goa ini juga memiliki kedalaman sekitar 200 meter di bawah tanah dan di dasarnya terdapat aliran air yang terus mengalir, bahkan disaat musim kemaraupun air tersebut tetap ada,” terangnya.
“Untuk mencapai ke pintu Goa Liang Dahar yang ketinggiannya ada di 1000 MDPL ini, dengan menempuh jarak sekitar 2 Km dari Desa kita (Desa Lau Buluh) dan tentunya para Pecinta Alam dan Wisatawan sering berkunjung paling ramai adalah ketika Pesta Tahunan di Desa. Serta tentunya para Pengunjung/Wisatawan yang datang itu, kita telah siapkan Guide (pemandu) jalan dari Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) atau dari Karang Taruna Desa,” ujar Kades ini, sembari berharap kunjungan Wisatawan lebih banyak lagi, dan kepada Pemerintah agar kedepannya ada perbaikan prasarana menuju ke Goa bisa lebih baik lagi.
Untuk diketahui dari berbagai sumber menerangkan bahwa Goa Liang Dahar ini merupakan Goa yang tercipta dari alam sejak ribuan tahun silam memiliki ke unikan tersendiri yangmana didalam Goa ini memiliki Batu Unik yakni beragam stalaktit (formasi batuan kapur yang menggantung di langit-langit Goa, terbentuk dari tetesan air yang mengandung mineral kalsium karbonat_red) dan stalagmit yang terbentuk alami, menciptakan pemandangan menakjubkan, memiliki Lorong-lorong Goa menantang yang dapat dijelajahi yang dikelilingi perbukitan hijau, hutan rimbun, udara sejuk, dan sungai kecil yang mengalir damai.
Nah bagi anda pecinta alam yang ingin mencoba menjelajahi Goa Liang Dahar ini, ada juga Goa Mante Kecamatan Tiganderket ini, wajib fisik kuat, lengkapi peralatan dan bekal yang cukup, karena medan nya sangat ekstrim. Cocok menjajal mental karena menelusuri dalamnya Goa Liang Dahar ini sangat menguras tenaga dan memicu adrinalin anda, namun patut untuk di coba mengeksplore seluruh ruangan Goa ini.
Adapun rutenya bagi anda warga luar Kabupaten Karo bila dari kota Medan ke Berastagi jarak waktu tempuh sekitar 4 jam naik mobil melalui jalur Tigabinanga boleh juga jalur Simpang Empat Surbakti dilanjutkan ke Desa Kuta Buluh hinga Desa Lau Buluh, kemudian berjalan kaki sekitar 30 menit ke lokasi Goa yang berjarak sekitar 2 Km.
Terakhir Kades Lau Buluh ini mengingatkan kepada para Pecinta Alam yang berkunjung dan ingin berkemah di area Goa, harus menjaga kebersihan Goa, tidak diperbolehkan mencoret atau menulis jejak di Dinding, vandalisme/grafiti di sekitar Goa dan diharapkan menjaga keamanan dan kenyamanan bersama untuk tidak berbicara dan melakukan hal hal yang tidak etis untuk menjaga kearifan lokal.
(David)
