Berita Karo, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com
Dampak dari kekosongan obat di Puskesmas Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo sering menjadi permasalahan bagi pasien yang berobat ke Puskesmas itu sehingga masyarakat terpaksa membeli obat sendiri.
Seperti yang kita ketahui, bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Karo secara rutin mengamprah (mendistribusikan_red) obat setiap triwulan sesuai LPLPO (Laporan Pemakian dan Permintaan Obat_red).
Dalam hal ini perlu dipertanyakan kemana alur distribusi dan pengelolaan obat tersebut sehingga tidak ada di Puskesmas itu dan bagaimana pertanggung jawaban dari Kepala Puskesmas (Kapus) nya.
Selain terkait kekosongan obat, juga diperoleh informasi tentang adanya pengangkatan Pegawai atas nama Gunawan sebagai Bendahara BOK, Ibrena Br Ginting sebagai Bendahara JKN dan Pretty Br Ginting sebagai Bendahara Pengeluaran, mereka diusulkan kembali sebagai Bendahara tahun 2026 ini.
Padahal beredar isu, bahwa ketiganya Pegawai itu masih dalam proses pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Karo pada tahun 2025 lalu. Jadi ini juga perlu dipertanyakan, apakah ada ‘kepentingan’ dalam hal ini?, sehingga ada kesannya dipaksakan.
Begitu juga data yang diperoleh tentang penempatan dan SK Bidan Desa tidak dikembalikan sesuai Tupoksi ke Desa asalnya, seperti Pretty Br Ginting sebagai Bidan Desa Melas, padahal masih terdapat Desa yang kosong dan sangat membutuhkan Tenaga Pelayanan kepada masyarakat Desa Melas dan Desa Ujung Sampun. Apakah penempatan Bidan di Puskesmas itu telah melalui analisis kebutuhan yang objektif?.
Sehingga hal ini diduga banyak kerancuan dan kejanggalan di Puskesmas Dolat Rayat membuat warga bertanya – tanya. Dan tentunya masih ada lagi beberapa hal lainnya yang perlu kejelasan terkait kinerja Pimpinan hingga Pegawai di Puskesmas tersebut.
Plt. Kepala Puskesmas (Kapus) Dolat Rayat dr. Rory Bangun saat dikonfirmasi langsung oleh Wartawan pada Senin (12/01/2026 ke Kantor Puskesmas Dolat Rayat tempatnya sang dokter bertugas, beliau tidak ada di tempat, dan staffnya mengatakan ke awak media agar nanti akan dihubungi kembali.
Namun hingga sorenya tidak ada informasi apapun yang diterima para wartawan. Mengingat ada janji Staff Puskesmas Dolat Rayat tersebut, pada Selasa (13/01/2026) pagi, salah satu Wartawan mencoba konfirmasi kembali dengan menghubungi nomor kontaknya dan mengirim pesan, pada sorenya barulah pesan via WhatsApp Wartawan di balas dengan jawaban singkat, “Semalam memang banyak kegiatan saya Pak”, begitu bunyi pesan dari WhatsApp sang dokter tersebut, tanpa merinci lebih jauh pertanyaan Para Wartawan tersebut.
(David – Team)
