Drainase Tak Berfungsi,Kabanjahe Menjadi Kota Adipura..?

Berita Karo.OLNewsindonesia,Jum’at(25/01)

Predikat sebagai ibukota Kabupaten dan pernah meraih penghargaan  piala Adipura sebagai kota terbersih tingkat nasional beberapa tahun lalu, Revitalisasi drainase/parit  kota Kabanjahe dinilai sangat perlu dan penting. Mengingat setahun terakhir ini setiap  hujan turun, drainase dijalan-jalan protokol meluap memenuhi badan jalan bagaikan sungai, karena saluran parit tidak maksimal berfungsi serta dipenuhi berbagai jenis sampah.

Bila drainase jalan tidak direvitalisasi, sulit kota Kabanjahe bersih dari sampah, karena saluran parit jalan selalu dipenuhi limbah pemukiman,  endapan tanah dan pasir, sisa-sisa bahan bangunan warga dan sampah bungkus  makanan yang dibuang warga sembarangan kebadan jalan.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Karo dari Fraksi Golkar Frans Dante Ginting BBA yang juga Sekertaris Depicab Soksi Kabupaten Karo saat  diminta tanggapannya tentang kebersihan dan penyebab banjir kota Kabanjahe, Rabu kemarin (23/01) 2019 .

Menurut Frans Dante Ginting, sejumlah titik infrastruktur drainase jalan di ibukota Kabupaten itu yang selalu menjadi titik  rawan banjir,  yaitu jalan Jamin Ginting (Simpang tiga galon/Masjid Agung dan KM 60 depan Hotel Suit Pakar), Jalan Veteran, Jalan Mariam Ginting menuju Simpang Enam, Jalan Rakutta Brahmana/Jalan Kota Cane, Jalan Kapten Pala Bangun (persimpangan Centrum GBKP) yang pernah menelan korban jiwa terbawa arus luapan banjir akibat drainase tidak maksimal berpungsi.

“Masyarakat Karo, khususnya  masyarakat Kabanjahe sudah merindukan ibukota Kabupaten Karo meraih kembali penghargaan piala Adipura yang pernah diraih pada tahun 80 an lalu. Saatnya sekarang Pemkab Karo bersinergi dengan masyarakat menjaga dan memelihara kebersihan kota. Perlu kita sadari bersih itu adalah sehat, bersih itu wibawa, bersih itu gambaran keberhasilan dan kesuksesan  dan bersih itu bagian dari iman,” ujar Frans Dante.

“Untuk menjaga kebersihan lingkungan kota tidak cukup dengan memaksimalkan jumlah armada pengangkut sampah dan meningkatkan volume kinerja pekerja, tetapi harus disertai revitalisasi drainase/parit jalan, paling tidak pembenahan secara menyeluruh. Bila parit jalan tidak terpelihara dengan baik, akan berdampak kepada banjir, sehingga mempercepat kerusakan jalan dan kinerja pekerja kebersihanpun tidak akan pernah maksimal,” katanya.

Ket foto : saat Bupati meninjau salah satu lokasi longsor di Kabanjahe dan sekaligus mengecek Drainase di kota Kabanjahe yang tak berfungsi
Ket foto : saat Bupati meninjau salah satu lokasi longsor di Kabanjahe dan sekaligus mengecek Drainase di kota Kabanjahe yang tak berfungsi

“Disamping pentingnya dilakukan revitalisasi drainase jalan, supaya kota Kabanjahe tertata rapi dan bersih, semakin indah dan nyaman bagi pejalan kaki, sehingga kesan Kabanjahe kota jorok terhapuskan dari ingatan masyarakat luas. Dan sebaiknya Pemkab Karo juga perlu merencanakan pembuatan trotoar jalan diseluruh inti kota Kabanjahe, saya selaku anggota DPRD Karo siap mendukung Pemkab Karo untuk mengganggarkan dana revitalisasi drainase jalan dan pembuatan trotoar  jalan di PAPBD Karo tahun 2019 mendatang,” tandasnya.

Terpisah Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat meninjau gorong-gorong yang tidak berfungsi dan tanah amblas di gang HKI ujung, Kelurahan Lau Cimba Kabanjahe mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan titik-titik drainase yang perlu direvitalisasi.

“Drainase/parit jalan sangat penting direvitalisasi, akibat tidak maksimalnya  parit  jalan berfungsi   sebagai saluran limbah, menyebabkan limbah selalu meluap menggenangi badan jalan di saat hujan deras turun. Karena itu kita sudah menghinstruksikan kepada Camat Kabanjahe, supaya berkoordinasi dengan instansi  terkait mendata drainase jalan yang akan direvitalisasi. Direncanakan PAPBD Karo tahun 2019 ini akan dianggarkan dana pembangunannya,”  ujar Bupati Karo.

“Kita sangat menginginkan kota Kabanjahe itu bersih dan bebas dari sampah, berbagai upaya sudah kita lakukan, termasuk penambahan armada pengangkut sampah dan peningkatan kinerja pekerja sampah. Pemkab Karo sangat mengharapkan partisipasi masyarakat memelihara kebersihan kota, tanpa  adanya dukungan masyarakat mustahil kota Kabanjahe bisa bersih. Kepling ujung tombak kebersihan dan berperan penting mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya, mari kita kompak menjaga kebersihan lingkungan kita,” ujar Bupati Karo.

(David)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *