Hari Ke -7 Korban Nelayan Jatuh Belum Diketemukan, Walau Ikhlas Keluarga Terus Berupaya

Berita Asahan, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com

Laut selat Melaka salah satu tempat pencarian ikan, bagi warga penduduk Pantai Timur dari Kabupaten Serge, Batu Bara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu hingga ke kepulauan Riau yang sebagian besar penduduknya sebagai nelayan.

Maka tak heran pekerjaan nelayan ini masih menjadi pilihan utama, walau memiliki resiko yang tinggi seperti angin yang kencang, ombak yang besar yang mengakibatkan para nelayan bisa seketika terjatuh ke dalam laut yang dalam itu.

Seperti yang di alami salah satu Nelayan M. Siddik Manurung (22) ABK kapal Kencana yang berukuran lebih kurang 20 meter, dimana pada hari Selasa (02/01.2024) sekira pukul 20.00 WIB malam terjatuh kedalam laut.

Menurut pengakuan abang yang satu kapal Kiki Manurung, mengatakan pada media malam itu mereka baru saja berangkat dari pelabuhan Tanjung Balai menuju laut bagian timur dari laut selat Melaka tersebut, dan karena belum sampai ke kawasan untuk mencarik ikan, korban M Sidik, tidur di atas pukat, entah apa penyebabnya tiba tiba beberapa kawan mendengar ada orang yang terjatuh, maka sepontan mereka melakukan pencarian korban, namun jasad korban tidak dapat terlihat.

Maka melalui komunikasi ORARI kapal, mereka mulai meminta bantuan pada kawan kawan yang dekat di posi mereka di titik koordinat 04./115.00. Lewat info kontak Orari kapal tersebut sehingga informasi itu sampai ke pihak keluarga. Lewat paman Korban Edi Sofyan Sinaga setelah melakukan koordinasi ke tim SAR Asahan, yang menggambarkan titik koordinat itu masih masuk di Provinsi Sumatera Utara, belum masuk ke Provinsi Riau maka Pada hari kedua tim SAR di bawah Kapten R. Surbakti dan Dulon melakukan penyisiran di titik koordinat, selama 2 (dua) hari berturut turut tatap belum mendapatkan hasil.

Sementara orang tua korbang M. Tohir Manurung yang warga Dusun III Desa Punggulan Kecamatan Air Joman ini, merasakan bagaimana upaya yang sudah di lakukan tim SAR dan kapal – kapal nelayan semua itu kami ucapkan terimakasih, mungkin kami sayang pada anak kami, tapi Alloh lebih sayang sehingga dia mengambil dari kami lewat jalan seperti ini, tapi kami dari keluarga tetap terus mencarik sampai waktu yang tidak di batasi dan mudah mudahan kami berharap anakku berasal dari tanah dan kembalilah ke tanah,” ujar M. Tohir ini penuh harap.

Dari pantauan media, pihak keluarga korban terus berupaya mencari lewat kapal – kapal nelayan di siang hari, namun sampai berita ini di terbitkan dihari ke 7 (tujuh) jenazah korban belum juga dapat di temukan, sehingga keluarga menyampaikan, bagi warga di pinggir pantai yang menemukan bisalah melaporkan pada keluarga, dengan ciri ciri korban, jenis Pria (laki- laki), kulit coklat sawo matang, badan kurus, tinggi 163 CM, Rambut pendek, yang yang menemukan hubungi keluarga korban di : 082360685558.

(David-Ian)