by

Ketua ILUNI Sulut, Dr Ir Adinda Franky Nelwan M.T : “Pendapat Bebas, Sebaiknya Dilandasi Pikiran Yang Menginginkan Negara-Bangsa Semakin Menyatu, Solid Dan Kompak”

Berita Manado, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com

Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia Wilayah Sulawesi Utara (Iluni UI Sulut) Dr. Ir. Adinda Franky Nelwan, M.T menyatakan bahwa pendapat bebas, sebaiknya dilandasi pikiran yang menginginkan negara-bangsa semakin menyatu, solid dan kompak. Kongkritnya tidak menajam-najamkan perbedaan suku, agama, ras, golongan dan pilihan politik.

Hal tersebut disampaikannya, yang juga merupakan Dosen Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi Manado, melalui aplikasi perpesanan ‘Whatsapp’ ketika Portal Berita Online News Indonesia meminta pendapat beliau dalam konteks mengarahkan Gen Z atau pemuda-pemudi Sulut dalam konteks merawat kebhinekaan NKRI.

Masih menurut dosen yang akrab disapa dengan nama Adi Nelwan itu, momentum Sumpah Pemuda merupakan momentum Gen Z / Pemuda-pemudi Sulut untuk terus menjaga persatuan. Sekalipun hidup di era kebebasan berekspresi dan berpendapat, Adi Nelwan mengajak kebebasan tersebut disampaikan dengan cara indah dan elegan.

”Pendapat bebas, sebaiknya dinyatakan dengan bahasa –tulisan dan lisan– yang logis, baik, bahkan indah. Untuk itu, Gen Z perlu banyak membaca karya-karya Sastra nan indah, agar rasa indah, mekar merona di hati sanubari. Tidak mencaci-maki apalagi menyatakan sumpah-serapah tujuh turunan. Kemarahan perlu dinyatakan dengan bungkus yang baik nan indah” ungkap Adi.

Sebagai dosen, Adi Nelwan berpendapat bahwa untuk menyampaikan kebebasan berpendapat dengan bungkus yang baik, maka sangat penting pendidikan formal Bahasa Indonesia dari usia dini hingga perguruan tinggi. “Dan secara moril, kritik kaum muda reformis era 1990an, perlu diperhatikan dengan serius pula. Kritik itu tersirat dalam satu dari tiga kalimat Sumpah Mahasiswa, yaitu: Kami mahasiswa Indonesia bersumpah: berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan ” ujar Adi Nelwan yang juga merupakan aktivis sejak 1980an, lalu ikutan gerakan reformasi 98, dan sekarang masih eksis terlibat dalam Gerakan Antikorupsi Lintas Perguruan Tinggi (GAK LPT).

Masih menurut Adi Nelwan bahwa Iluni UI Sulut berkomitmen secara nyata terus berkarya memberikan kemaslahatan kepada bangsa. Seperti yang dihadirkan pada tanggal 28 Oktober 2023 di Hotel The Sentra Minahasa Utara; menyelenggarakan ‘talkshow’ dan konsultasi kesehatan mental gratis bagi kaum milenial dan Gen Z, sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun Iluni UI yang ke-7 tahun.

Kegiatan mengangkat Tema: Kesehatan Mental adalah Hak Asasi Manusia sesuai dengan tema peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2023, menggandeng komunitas olahraga dan pemerhati kesehatan mental ‘Shuffle and Strides’ Manado. Dihadiri juga oleh peserta program Kampus Merdeka (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) Universitas Sam Ratulangi dari kelompok Bunaken dan Tondano.

Kemudian konsultasi gratis psikolog dan psikiater dengan menghadirkan Dr. dr. Theresia Kaunang SpKJ (K), dr. Linny Liando SpKJ (K), Eva Silia Kaumbur M.Psi. Psikolog. Acara diprakarsai oleh anggota Iluni UI Sulut, sekaligus penggerak komunitas olah raga dan pemerhati kesehatan mental ’Shuffle and Strides’ Manado Cinantya S. Putri S.E, M.SEI ; ersama ‘founder Shuffle and Strides’ Manado Triana Sondakh, S.S yang dimoderatori oleh Merry Regina, S.Th, M.Pd yang merupakan ‘mental survivor’ dan anggota komunitas ‘Shuffle and Strides’ Manado.

Acara juga didukung oleh Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara, dan Hotel The Sentra Manado serta produsen kain tenun khas Minahasa: Kain Bentenan.

210