by

Video Edukasi HIV/Aids Akan Ditayangkan Di Terminal

Berita Jakarta, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com

Komisi Penanggulangan Aids (KPA) DKI Jakarta menggelar pertemuan dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta di Ruang Rapat Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Pusat.

Pelaksana (Plt) Kepala Bidang Promosi dan Pencegahan KPA DKI Jakarta, Taufik Alief Fuad mengatakan, kegiatan ini bagian dari koordinasi lanjutan terkait video edukasi tentang HIV/Aids di videotron yang akan ditayangkan di terminal dan bus sekolah.

“Kami sedang fokus ke penyuluhan atau promosi. Kita perlu koordinasi dengan Dishub untuk pemasangan videotron di terminal dan bus sekolah,” ujarnya, Senin (30/10).

Taufik menjelaskan, dalam hal ini pihaknya juga perlu koordinasi dengan jajaran Dinas Kominfotik DKI Jakarta. Pihaknya berharap, video edukasi tentang HIV/Aids juga dapat ditayangkan di kanal-kanal Dinas Kominfotik seperti PPID, Jalahoax dan Jakarta.go.id.

“Kami juga meminta masukan ke Dinas Kominfotik terkait kekurangan kami dalam

menayangkan video informasi HIV/AIDS sesuai analisa mereka,” katanya.

Sub Koordinator Urusan Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Bima Agung menyambut positif mengenai sinergisitas dari KPA DKI Jakarta.

“Kami dalam hal ini Beritajakarta siap bersinergi dalam pengelolaan dan pelayanan informasi publik kepada masyarakat,” tegasnya.

Bima memastikan, tidak ada persyaratan khusus terkait penyebaran informasi HIV/Aids untuk masuk ke kanal resmi Pemprov DKI Jakarta.

Hal senada juga diutarakan Kepala Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek Dishub DKI Jakarta, Ricky Sianturi.

Ia meminta kepada KPA DKI Jakarta agar bersurat kepada Kepala Dishub DKI terkait pemasangan videotron di terminal.

“Dalam videotron terminal ada yang berbayar dan tidak berbayar. Yang berbayar dikelola PT Transjakarta, PT MRT dan LRT Jakarta,” terangnya.

Ricky juga menyampaikan, video yang akan ditayangkan di bus maupun terminal harus sudah diedit.

“Jadi kita tinggal menayangkan,” tandasnya.

210