Isu Pengeroyokan Siswa Sekolah SMP 1 Negeri Tiga Binanga Berakhir Mediasi

Berita Karo, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com

Terkait kejadian yang sempat viral di media sosial Perkelahian antar WB Girsang dengan E Telaumbanua Siswa di SMP Negeri 1 Tiga Binanga kelas IX (sembilan) yang terjadi pada hari Selasa kemarin di lingkungan sekolah, pada Sabtu pagi (27/04.2024) sekira pukul 08.00 WIB, keluarga kedua pihak telah di mediasi di Kantor Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tiga Binanga Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo yang dihadiri pihak Polsek Tiga Binanga, Komite Sekolah, dan Kepala Sekolah dan Staff.

Usai mediasi, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Tiga Binanga P. Ginting menuturkan ke awak media bahwa baru saja usai mediasi antara kedua pihak keluarga yang bertikai yang di saksikan pihak Polsek Tiga Binanga, Komite Sekolah dan Staf Sekolah dengan menandatangani kertas yang bermaterai oleh pihak-pihak Terkait.

Saat di tanya wartawan olnewsindonesia.com kronologi kejadian, Kepsek menjelaskan bahwa, Perkelahian antara Siswa (Korban) dengan lawannya bermarga Girsang tersebut adalah permasalahan anak lah, dan 1(satu) lawan 1(satu), bukan seperti rumor yang beredar bahwa Korban dikeroyok, saya perjelas, itu hanya antara Korban dan Lawannya (Girsang), “iyaaaa…, boleh di bilang kedua Siswa kita tersebut jadi korban, karena Siswa marga Girsang ini juga mendapatkan luka dan memar ditubuhnya,” terang Kepsek ini.

“Sebelumya kita sudah jalin komunikasi ke para pihak keluarga agar melakukan Perdamaian secara kekeluargaan, dan hasilnya ini, kita mendapatkan keputusan terbaik, walaupun tadi ada sedikit alot namun semuanya itu untuk kebaikan bersama, dan kita tadi juga telah memberikan Tali Asih ke keluarga Korban (E.Telaumbanua) dan diterima dengan baik serta hasil mediasi tercapai kesepakatan yang tidak akan mengulangi lagi kejadian serupa dikemudian hari, dan bila mana terjadi atau terulang kembali itu diluar tanggung jawab para pihak, khususnya masalah kesehatan para pihak,” ujar P. Ginting ini.

Dilanjutkan Kepsek ini lagi, ” sebagai guru saya tentu prihatin dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Ke depan, kami akan terus berbenah agar karakter siswa lebih mencerminkan karakter pelajar Pancasila khususnya yang berkaitan dengan saling menghargai dan menghormati. Dan kejadian perkelahian ini hendaknya menjadi pelajaran dan sarana refleksi semua pihak khususnya Guru, orang tua dan Siswa bahwa prinsip kekeluargaan dalam konteks “JABU” senantiasa terus terpelihara dan diimplementasikan dalam tataran praktik di sekolah dan di rumah.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kapolsek Tigabinanga, Komite Sekolah dan semua guru yang dengan penuh perhatian telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan sekolah agar penanganan kejadian ini tetap dalam nuansa kekeluargaan,” tambahnya.

Diketahui bahwa Korban dari Pemukulan (E. Telaumbanua) sudah berangsur-angsur pulih dan sudah pulang ke rumahnya. Sementara Keluarga para Kedua pihak atas dilakukannya mediasi ini, sangat bersyukur dan menerima dengan etikat baik untuk menempuh jalan damai yang dilakukan pihak sekolah secara kekeluargaan penuh hangat.

(David)