by

Bapak Ini Akui Sangat Terbantu Oleh JKN Atas Perobatannya

Berita Karo, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com

Bapak Boran seorang Lansia, seorang pria kelahiran Manik Raya, mengaku masih sehat dan kuat meski di usianya yang sudah tidak muda. Memasuki tahap lanjut usia, Boran sangat bersyukur dapat melewatinya dengan sehat, mengingat kondisi tubuh Lansia sebenarnya sudah rentan terhadap berbagai jenis penyakit karena proses penuaan.

“Kalau penyakit kronis alhamdulillah tidak ada, hanya yang memang tidak bisa terhindar penurunan fungsi mata kemarin sudah pernah operasi katarak tahun 2022 yang lalu. Baru-baru ini pasang gigi juga. Maklum sudah tua giginya sudah rontok semua. Saya rutin menjaga kesehatan dengan pola makan sehat, tetap aktif bergerak, istirahat yang cukup, bersosialisasi dengan masyarakat, juga rutin cek kesehatan. Beruntung ada cucu saya yang bekerja dibagian kesehatan, jadi kemarin saya berkunjung sekalian liburan ke rumah cucu di daerah Kabupaten Karo. Kalau tidak ada cucu saya juga tidak tahu kalau operasi katarak dan pasang gigi palsu bisa ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tutur Boran kepada wartawan saat di wawancara beberapa waktu lalu.

Menurut Boran saat itu pandangan mata kanannya kabur dan berkabut sehingga terganggu untuk melihat. Ia kemudian berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di daerah Kabanjahe, ternyata ia didiagnosa mengalami katarak. Dokter menyarankan agar Boran menjalani pemeriksaan intensif di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Saya diantar cucu ke RSIA Mina Husada, kebetulan dekat dengan rumahnya. Setelah sampai di sana dokternya aktif bertanya keluhannya apa, kemudian saya diperiksa tes ketajaman penglihatan, periksa mata menggunakan mikroskop, banyak lagi lah itu alatnya saya tidak tahu juga nama alatnya apa. Selanjutnya dokter bilang kalau ini katarak. Mengingat usia saya yang sudah lanjut harus dioperasi mencegah kataraknya berkembang lagi. Setelah operasi ada rasa tidak nyaman beberapa hari namun sekarang alhamdulillah sudah membaik dan bisa melihat secara normal,” kata Boran.

Menurut, Boran baru-baru ini dirinya juga telah melakukan pemasangan gigi penuh rahang atas dan rahang bawah karena memang gigi aslinya sudah mengalami gangguan seiring bertambahnya usia. Prosesnya mudah, cukup datang ke FKTP, kemudian ia pun diarahkan ke klinik gigi yang dituju untuk menjalani proses pemasangan gigi palsu.

Tak lupa Boran ini mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menanggung penuh biaya operasi katarak dan bantuan biaya pasang giginya. Pelayanan yang diberikan sangat memuaskan baik itu dikantor BPJS Kesehatan maupun di fasilitas kesehatan serta identitas berobat cukup menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dimana terdaftar sebagai peserta mandiri kelas tiga sejak bulan Juni 2023, Boran menyampaikan bahwa Pprogram JKN ini harus terus berlangsung agar masyarakat yang kurang mampu bisa terbantu untuk memperoleh layanan kesehatan. 

“Kemarin kami berobat pakai antrean online dari Aplikasi Mobile JKN sehingga sudah tahu antrean keberapa tak perlu buru-buru berangkat dari rumah. Cucu saya yang membantu instal aplikasi dan ambilkan antreannya. Kalau saya ya sudah tidak mengerti untuk daftar antreannya itu. Tapi menurut saya aplikasinya bagus sangat bermanfaat apalagi untuk usia lansia seperti saya rasanya lelah kalau antre lama-lama,” terang Boran ini.

(David)