Berita Karo, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kabanjahe laksanakan pertemuan ramah tamah bersama Insan Pers di Tanah Karo pada, Kamis (08/01/2026) sekira pukul 11.00 WIB di Bobs Cafe jalan Letnan Rata Perangin – Angin Kabanjahe, Kabupaten Karo yang dihadiri langsung oleh Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Kabanjahe, Abertus Donny Cahyono yang didampingi para Staffnya.
Diketahui bahwa, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabanjahe terus memperkuat keterlibatannya dalam pemberdayaan masyarakat dan perluasan layanan keuangan di Kabupaten Karo. Hingga akhir 2025, BRI Kabanjahe telah mengoperasikan 17 kantor unit dan 2 Kantor Cabang Pembantu (KCP), serta membina sebanyak 2.985 agen BRILink yang tersebar hingga pelosok Desa.

Pimpinan Cabang BRI Kabanjahe, Albertus Donny Cahyono menyampaikan, sebaran unit kerja BRI menjangkau berbagai wilayah strategis, mulai dari Mardinding sebagai unit terjauh, Lau Cimba, Unit III Baru, hingga Sibolangit dan Seribudolok. Meski secara administratif Sibolangit masuk wilayah Kabupaten Deli Serdang, namun secara koordinasi dan jarak tempuh lebih efektif berada di bawah supervisi BRI Kabanjahe.
“Kami juga memiliki dua KCP, yakni di Berastagi dan Tiga Binanga, sehingga total jaringan kami di Tanah Karo mencapai 20 kantor,” ujar Donny dalam silaturrahmi dengan Insan tersebut, yang didampingi Supervisor Pendukung Operasional (SPO) Pilemon Meliala.

Keberadaan hampir 3000 (tiga ribu) agen BRILink disebut menjadi ujung tombak layanan perbankan di Desa. Agen-agen ini umumnya berada di warung atau toko masyarakat sehingga memudahkan transaksi tanpa harus datang ke kantor Bank.
“Sekarang masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Bank. Cukup datang ke agen BRILink terdekat, transaksi bisa langsung dilakukan,” sebutnya.
Selain BRILink, BRI Kabanjahe juga mengoperasikan Teras BRI di pasar-pasar, seperti di Pasar Berastagi, Pasar Kabanjahe, Dolok, hingga Kutabuluh. Teras ini melayani pembukaan rekening, transaksi, serta edukasi perbankan bagi masyarakat.
Dari sisi digitalisasi, BRI kini telah mempermudah proses kredit melalui aplikasi berbasis Ponsel. Mulai dari analisis, survei hingga keputusan kredit dapat dilakukan lebih cepat sehingga pencairan dana tidak lagi memerlukan waktu lama.
BRI juga mengembangkan Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) sebagai wujud sinergi BRI, PNM (Permodalan Nasional Madani) dan Pegadaian. Program ini menyasar pelaku usaha ultramikro yang sebelumnya sulit mengakses perbankan.
“PNM fokus pada pembiayaan kelompok, Pegadaian berbasis agunan Emas, sedangkan BRI menilai dari cash flow usaha. Semuanya kami integrasikan agar UMKM lebih mudah berkembang,” jelasnya.
Di sektor pemberdayaan Desa, BRI Kabanjahe turut mengawal 17 Desa program Desa BRILiaN, yang merupakan inisiatif Kementerian Desa. Desa-desa ini dibina melalui klaster usaha, pelatihan UMKM, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Selain itu, terdapat 77 figur inspiratif lokal di Tanah Karo yang diusulkan sebagai role model Pelaku Usaha sukses di daerahnya masing-masing.
Untuk mendukung sektor Perumahan, BRI juga menyiapkan Kredit Pemilikan Properti (KPP) berbasis UMKM, yang memungkinkan masyarakat Desa melakukan renovasi atau membangun rumah yang terintegrasi dengan kegiatan usaha. “Ini bukan hanya untuk pengusaha besar, tetapi untuk UMKM agar rumah bisa menjadi pusat produktivitas,” tambahnya.
Secara kinerja, dana pihak ketiga (DPK) BRI Kabanjahe pada 2025 tumbuh sekitar 10–13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi pembiayaan, penyaluran kredit terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program pemerintah juga terus digenjot sebagai prioritas.
“Kami bersyukur kepercayaan masyarakat Tanah Karo tetap tinggi. Melalui forum komunikasi dengan Insan Pers dan masyarakat, kami ingin terus memperbaiki layanan dan memperkuat peran BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Donny ini.
(David)
