Berita Cikarang, Berita Online Indonesia Di Online News Indonesia, www.olnewsindonesia.com
Ribuan pabrik dan industri yang beroperasi di Kabupaten Bekasi disebut menghasilkan limbah sisa proses produksi dan sampah areal dalam jumlah besar. Namun, pengelolaan limbah tersebut hanya dikuasai oleh para pengusaha.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh JM Hendro, Ketua LSM Penjara Indonesia. Ia menyoroti minimnya peran organisasi kemasyarakatan (ORMAS) di kawasan industri tersebut.
Menurut Hendro, ORMAS yang berada di wilayah industri tidak memiliki ruang dalam pengelolaan limbah secara resmi dan berkelanjutan.
“ORMAS hanya menjadi penonton di tanah industri. Kalaupun dilibatkan, bukan untuk diberdayakan dalam pengelolaan limbah, melainkan hanya untuk perebutan limbah demi kepentingan para pengusaha limbah,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan belum adanya sistem pengelolaan limbah yang inklusif dan transparan. Padahal, dengan jumlah industri yang mencapai ribuan, potensi limbah yang dihasilkan setiap hari sangat besar dan berdampak langsung terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Hendro berharap ada regulasi dan pengawasan yang lebih tegas dari pemerintah daerah agar pengelolaan limbah tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengusaha maupun instansi terkait mengenai pernyataan tersebut.
Jimmy
