SAPMA PP Sesalkan Kutipan Yang Dilakukan Kades Gurukinayan

Tanah Karo.Olnewsindonesia,Senin(12/03)

Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Karo, Andi Nata Ginting kutuk keras perilaku  Pj. Kades Gurukinayan , J .Pelawi, terkait pengutipan uang sebesar Rp.10.000;- kepada warga desanya saat pembagian Bansos Rastra Jumat (9/2) lalu.

Hal ini diutarakan Andi saat dirinya beserta beberapa pengurus meninjau dua desa terdampak bencana Sinabung,  yakni, di desa Perbaji dan Selandi kecamatan Simpang empat,  Kabupaten Karo , Minggu (11/3) pukul 14.00.wib dalam rangka persiapan pemberian bantuan sosial bagi kedua desa yang kerap dilalui lahar dingin Sinabung.

“Saya siap dibarisan terdepan melawan kezoliman ini,”tegas Andi. Tokoh Pemuda ini juga sangat menyayangkan tindakan pj.Kades Gurukinayan, Jason Pelawi yang juga berprofesi sebagai pendidik. “Seharusnya beliau memberikan contoh, bagi Kades yang lain mengingat dirinya sebagai ASN,” Pungkasnya. Dikesempatan itu, Andi instruksikan kepada Kader Pemuda Pancasila diwilayah Kabupaten Karo khususnya daerah lingkar Sinabung agar sigap dalam setiap kondisi bencana dan tanggap akan keluhan keluhan yang dialami warga korban bencana Sinabung.

“Kami juga sudah mengumpulkan beberapa data dari kejadian ini dan selanjutnya akan kita laporkan ke pihak Polres Tanah Karo,”ujar Andi mengakhiri.

Foto : Pengurus SAPMA PP Kabupaten Karo Meninjau langsung Lokasi Desa Gurukinayan.
Foto : Pengurus SAPMA PP Kabupaten Karo Meninjau langsung Lokasi Desa Gurukinayan.

Ditempat yang sama, Martin Ginting  Kades Perbaji Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo saat dimintai keterangan terkait pembagian Bansos Rastra menjelaskan kalau wilayah desanya sudah melakukan pembagian Rastra kepada yang berhak menerimanya sebanyak 40 KK. Dari 205 KK jumlah penduduk desanya.

“Kami pemerintah desa Perbaji tidak ada sepeserpun membebankan biaya ke masyarakat baik uang transportasi maupun uang lelah,  karena kemarin saat musyawarah ditekankan tidak boleh ada pengutipan,”terangnya.

Martin juga menjelaskan kalau segala biaya yang dikeluarkan  terkait cara pembagian Bansos Rastra oleh  Kecamatan menjelaskan agar para Kades mendahulukannya karna akan diganti kemudian hari mengingat  segala sesuatu biaya sudah ditampung dalam APBD Pemerintahan Kabupaten Karo. “Kita belum tahu kapan dananya cair.Tapi jelas diganti,”ungkapnya.

Sementara itu, Dedi Vernando Ginting (38) Salah satu warga Perbaji juga membenarkan, bahwa benar di sini tidak ada pengutipan bansos Rastra ( Beras Sejahtera) kepada masyarakat yang mendapat jatah Bansos Rasa ujarnya.

(Bz laia /Dvd,)

LEAVE A REPLY