Sampura Bala Di Rura Sihotang Wisata Alternatif Yang Mempesona

Samosir.Olnewsindonesia Kamis (22/03)

Rura sihotang merupakan Daerah yang terdiri dari empat (4) Desa.SAMPUR TOBA, DOLOK RAJA, SIPARMAHAN dan Desa HARIARA POHAN, Rura Sihotang juga sering disebut Kenegerian Sihotang. Terletak di kecamatan harian kabupaten Samosir, Sumatera utara.

Sesuai dengan namanya, Rura sihotang berada di kaki gunung uruk Taduhan, setengah desanya di kelilingi pengunungan yang tinggi dan indah, serta di tumbuhi pepohonan kecik nan hijau, Setengahnya lagi berada di tepian pantai Danau toba.

Sejauh mata memandang, pepohonan hijau dan sawah-sawah penduduk yang tertata, serta berpadu dengan pesona Danau toba yang merupakan Danau terbesar Asia tenggara.

Dibalik keindahan dan Kecantikan Rura Sihotag, juga memiliki kisah misteri tersendiri, dan mungkin banyak orang di luar rura Sihotang yang belum tau apa itu ” SAMPURAN BALA”,

Foto : Tokoh Masyarakat /Juru Kunci Tugu Raja Oppu Sigodang Ulu Sihotang, S Sihotang ( Op Pahala Sihotang)
Foto : Tokoh Masyarakat /Juru Kunci Tugu Raja Oppu Sigodang Ulu Sihotang, S Sihotang ( Op Pahala Sihotang)

Sampuran Bala merupakan suatu tempat yg sangat misteri, menurut lagenda penduduk setempat ” Sampuran Bala” adalah satu tempat yang sangat mistis dan sangat di hormati keberadaanya, sebab Sampuran Bala terdiri dari beberapa pohon basar dan mata air yang sangat bersih, yang Berada di kaki gunung Uruk Taduan di desa Dolok Raja Sihotang kecamatan Harian Samosir.

Konon mata air ini (Sampuran Bala) tidak pernah kering sampai sekarang ini, walaupun kemarau panjang melanda dan sampai kemarau berkesudahan, air tetap saja tidak mengering dan debit air akan pernah berkurang.

Dan menurut penduduk setempat, air Sampuran Bala ini merupakan air berkah yang bisa menyembuhkan penyakit, dimana air ini sering di manfaatkan penduduk setempat dengan banyak keperluan.

Satu hal yang sangat luar biasa dari air Sampuran Bala adalah, bisa disimpan bertahun tahun tidak akan berlumut/ kotor (gmelebihi air kemasan pabrik), yang Konon katanya di sampuran bala inilah Ritual di lakukan kaum Hawa/ ibu atau orang batak bilang, lebih tepatnya Akka PANIARAN, melakukan ritual pemanggilan Hujan dalam bahasa batak manjou udan( manggombur), saat musim kemarau panjang melanda rura (jurang) Sihotang.

Ibu/Paniaran ( perempuan yang terpilih) Bergegas menuju “sampuran Bala” dan di sampuran bawah inilah para ibu/Paniaran memangngil hujan( manjou udan) dengan melakukan ritual, dengan cara melempar kan air ke atas sambil ber doa, yang pasti hanya para ibu/paniaranlah yang tau doa atau ritual tersebut, seketika Hujan akan turun. Wou…….. Sangat menakjubkan.

Salah satu Tokoh masyarakat kenegerian Sihotang, yang juga sebagai juru kunci tugu Raja Sigodang Ulu sihotang, S Sihotang (Op. Pahala Sihotang), mengatakan bahwa Sampuran Bala merupakan tempat yang suci dan membawa berkat.

“Sudah banyak orang datang ke tempat ini (Mual/mata Air), untuk membuang segala sial-sial badan, serta air nya diyakini dapat menyembuhkan segala penyakit, asalkan pengunjung datang dan bermohon dengan ketulusan hati di lokasi SAMPURAN BALA (Mual/mata air) tersebut”, ungkap S Sihotang atau dengan sebutan Opung (Kakek) Pahala Sihotang, kepada OLNewsindonesia.com, Kamis (22/3)

Sebagai orang batak dan putra asli sihotang, saya punya kebanggaan tersendiri, Bahwa sampuran bala itu adalah Berkah dan Anugrah yg di berikan Tuhan untuk Samosir Khususnya kenegerian sihotang, Oleh sebab itu sebagai warga rura sihotang kita berterimakasih atas anugrah ini dan patut kita jaga dan kita lestarikan bersama, harapnya.

(JuntakStar)

LEAVE A REPLY