Rumah Sakit PMI Menggunakan Teknologi Swiss Untuk Cegah Infeksi Udara

Direksi Rumah Sakit PMI Bogor, Kiri-Kanan Berdiri dr Saptono Raharjo (Wa Direktur Keungan), dr Febry Iman Sudjudi Sp.U (Wa Direktur Yanmed & Kep) , dr M Arfan Faturrachman (Wa Direktur Umum). Duduk : Dr. Yuliantini MARS (Direktur RS PMI Bogor)
Direksi Rumah Sakit PMI Bogor, Kiri-Kanan Berdiri dr Saptono Raharjo (Wa Direktur Keungan), dr Febry Iman Sudjudi Sp.U (Wa Direktur Yanmed & Kep) , dr M Arfan Faturrachman (Wa Direktur Umum). Duduk : Dr. Yuliantini MARS (Direktur RS PMI Bogor)

Bogor OLNewsindonesia. Dalam usaha meningkatkan serta mensukseskan Program Pemerintah dan Program Internal Rumah Sakit PMI Bogor tentang Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) khususnya Infeksi yang menyebar melalui udara atau Airborne Infection. Manajemen Rumah Sakit PMI Senin (2/10) melakukan penandatanganan penggunaan sistem tata udara Hepa Filter dari Swiss.

Direktur Rumah Sakit PMI Dr. Yuliantini MARS yang melakukan penandatanganan tersebut, mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor berkomitmen untuk terus melindungi Pasien, Pekerja Medis maupun Pengunjung dari paparan infeksi yang menyebar melalui udara. Sehingga penyempurnaan Sistem Tata Udara menjadi penting dari prosedur dan standart kebersihan udara rumah sakit modern.

Masih menurut Dr. Yuliantani MARS, Dasar pemilihan penggunaan teknologi Swiss dilakukan dengan sistem seleksi ketat, dimana Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RS PMI yang diketuai oleh Dr Nancy Sovira melakukan uji diruang-ruang kritikal. Selain itu, unit tersebut harus pernah teruji dalam menghadapi wabah epidemi. Serta memiliki hasil uji akademsi dan medis terhadap infeksi-infeksi nosokomial.

Ditambahkan juga oleh Wakil Direktur Umum dr Mochamad Arfan Faturrachman dan Wakil Direktur Yanmed dr Febry Iman Sudjudi Sp.U,  Rumah Sakit PMI Bogor konsisten memberikan pelayanan paripurna secara komprehensif, pelayanan penyembuhan (kuratif) dan usaha-usaha dalam pencegahan (preventif). Yang kesemuanya itu sesuai dengan konteks peningkatan mutu layanan dan keselamatan kesehatan kerja.

Keputusan penggunaan sistem filtrasi udara dari Swiss disambut gembira oleh perwakilan perawat IPCN RS PMI Bogor N Firmansyah S.Kep yang didampingi Tunggul Duaji S.Kep. Menurut beliau Tenaga Kesehatan tentunya sangat beresiko tinggi terkena paparan infeksi. Dirinya mewakili perawat RS PMI sangat berterima kasih atas kebijakan ini, karena tidak semua Rumah Sakit memiliki sistem perlindungan yang digunakan di Rumah Sakit PMI.

Sementara itu Mario Nelwan yang merupakan perwakilan Prinsipal Penyedia Solusi Tata Udara dari Swiss untuk Wilayah Indonesia mengatakan “Teknologi Kami digunakan Di Banyak Rumah Sakit Di Seluruh Dunia.  Contoh Otoritas Rumah Sakit Hongkong sampai dengan hari ini, menggunakan teknologi Kami untuk di install di hampir 150 Rumah Sakit dan Faskes dibawah otoritasnya”ujar Nelwan

Masih menurut Nelwan “ Kami dipercaya oleh Otoritas Rumah Sakit Hongkong karena prestasi memberikan perlindungan pada saat wabah SARS tahun 2003 dan 2008. Selain itu Kami memiliki jurnal medis dan jurnal akademis. Kesimpulan bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah (science) secara medis dan akademis dan biasanya dipakai sebagai tolak ukur ketika memilih solusi dari suatu produk. Untuk Indonesia Kami sudah diuji oleh Persatuan Pengengendalian Infeksi RS Pasar Rebo. Filter Hepanya efektif terhadap paparan Aspergillosis,MRSA, SARS, TB, Ashtma, Alergi dan lain-lain.” Ujar pria Menado ini.

Red

 

 

LEAVE A REPLY