Rumah Layak Huni, Kebutuhan Bagi Pekerja

Sosialisasi Program Sejuta Rumah
Sosialisasi Program Sejuta Rumah

Cileungsi, Program Pemerintah Sejuta Rumah melalui Manfaat Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan sedang terus direalisasikan. Kegiatan sosialisanya pun terus gencar dilakukan. Seperti yang dilakukan antara PT.Kerajaan Indiana Kreasindo Pro bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan serta Bank BTN di Ballroom Hotel Ciputra, Bekasi, kemarin (2/5) siang.

Ingin memberikan kemudahan untuk memiliki rumah yang sehat, layak, dan terjangkau. Serta bertujuan membantu kapasitas daya cicil ke perbankan dan mendorong perluasan kepesertaan. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cileungsi Abdul Soleh.
Ditambahkan, MLT didasari Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 soal penyelenggaraan Jaminan Hari Tua. Diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja dan pastinya untuk mensukseskan program pemerintah sejuta rumah.

Dalam program ini diberikan kemudahan bagi para pekerja untuk memiliki rumah yang layak. Salah satunya yaitu memberikan potongan uang muka menjadi 0,1 persen saja dan membantu pekerja- pekerja untuk memiliki rumah dengan cara dan persyaratan yang mudah.

Jenis MLT yang ditawarkan bari para pekerja melalui perbankan, ada dua disi yang bisa diajukan. Pertama melalui sisi demand- peserta tenaga kerja yaitu ada KPR Subsidi dan Non Subsidi, PUMP Subsidi dan pinjaman renovasi perumahan (PRP). Sedangkan dari sisi supply-peserta perusahaan atau developer, ada fasilitas pembiayaan perumahan pekerja atau kredit konstruksi (FPPP/KK). Semua itu dilengkapi dengan syarat serta prosedur yang wajib dilengkapi.

Dalam kesempatan yang sama diungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kab Bogor sekitar 279 ribu orang, program MLT ini dinilai sangat membantu. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenagakerja Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat.
” Ini cukup banyak, kalau 25 persen saja mengikuti program ini, artinya Pemkab Bogor terbantu dengan program ini. Program ini kan program triparti (3 Pihak) pemerintah, pekerja, dan dunia usaha. Didalamnya ada keterlibatan BPJS dan Bank” Sudrajat menambahkan.

” Ini adalah salah satu cara untuk mensejahterakan pekerja. Apalagi Pemkab sedang menggenjot soal RTLH, salah satunya bantuan BPJS Ketenagakerjaan tadi soal renovasi rumah. Kemungkinan juga ada beberapa pekerja yang sudah memiliki rumah namun belum layak, ini salah satu solusinya,” bebernya menutup.

DT

LEAVE A REPLY