Menko Kemaritiman Mengusulkan Kabupaten Karo Belajar Dari India Tentang ZBNF

Berita Karo.OLNewsindonesia,Sabtu(12/01)

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH mengikuti acara Rakor (Rapat Kordinasi) terkait pembahasan isu lingkungan kawasan Parawisata Danau Toba dan sebagai ketua Rakor adalah Kemenkomaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Sabtu (12/01) 2019 pukul 10.00 WIB di Institut Teknologi DEL Balige.

Agenda isu lingkungan di kawasan Danau Toba ada 3 (tiga) poin yang akan dibahas oleh para peserta yang hadir pertama : terkait kualitas air, kedua penataan Keramba Jaring Apung (KJA) dan Penandatanganan Kesepakatan dan ketiga penanaman pohon dan ilegal logging. “Hal ini dikatakan Terkelin Brahmana sebelum rapat dimulai.

Diungkapkan Terkelin, khusus bagi masyarakat yang tinggal seputaran Tongging Kec. Merek Kab. Karo masuk sebagai destinasi Danau Toba dapat memahami dan mengetahui sudah ada regulasi/kebijakan yang mengatur kualitas air dan KJA, yang tertuang dalam penetapan Danau Toba sebagai kawasan Strategis Nasional dengan pertimbangan konservasi dan kelestarian lingkungan hidup penetapan kualitas air Danau Toba sebagai kelas I dengan peruntukan air baku air minum berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2009.

Selain itu, sambung Terkelin ada pesan Luhut Panjaitan kepada para Bupati untuk mengajak, ” disiplinkan rakyat kita, Ayo ajak masyarakat jaga kebersihan. Karena masih ada sekitar Danau Toba lingkungannya sangat jorok , ini harus kita tanamkan dari Pemda agar peduli, rapikan yang jorok, kunci utama kebersihan agar sekawasan Danau Toba terwujud sesuai harapan kita semua sebagai kawasan strategis, ” ujar Terkelin Brahmana mengutip penyampaian Menkomaritim .

Usai Rakor , telah disepakati bersama Kemenkomaritim , Gubsu, Pangdam I/BB, delapan Kepala Daerah sekawasan Danau Toba untuk mendukung pelestarian kawasan lingkungan Danau Toba. Adapun isi dari kesepakatan tersebut adalah :
1.Mengurangi dan/atau menghentikan kegiatan budidaya ikan melalui Keramba Jaring Apung sesuai Keputusan Gubernur Nomor :188. 44/213/KPTS/2017 tentang penetapan daya dukung dan daya tampung perairan Danau Toba sesuai riset ilmiah LIPI.
2. Menghentikan penebangan hutan dikawasan hutan lindung.
3. Menghentikan pembuangan limbah langsung ke badan air Danau Toba
4. Melakukan penanganan sampah yang komprehensif.

Sementara Kemenkomaritim Luhut Binsar Panjaitan mengarahkan  Bupati Karo  untuk mengunjungi  Zero Budget Natural Farming (ZBNF) di Andhra Pradesh dalam hal pemanfaatan biomass pertanian untuk energi di India. Sehingga nantinya  Kabupaten Karo diharapkan bisa menjadi pilot project di Indonesia.

” Kendati ZBNF menciptakan kembali ekosistem tanpa input eksternal, seperti pupuk kimia atau pestisida. Ini menghilangkan kebutuhan air dan tenaga kerja, sehingga membuat pertanian berkelanjutan secara ekonomi dan ekologis. Produksinya bebas racun karena tanahnya bebas dari pestisida atau pupuk anorganik, menguntungkan petani dan konsumen. Akan lebih laku dijual dan diekspor, ” ujar Bupati .

Satu sisi Kab . Karo sangat cocok untuk belajar (study banding), ke India sebab hampir merata tanah di pertanian di Kab . Karo dianggap sudah rusak maupun struktur tanahnya, hal ini untuk memperbaiki bisa dicontoh dari Andhra Pradesh India, bagaimana cara sistem mengembalikan perbaikan tanahnya,ini alasan Pak Luhut agar Pemda Karo lakukan studi banding kesana, ” terangnya.

Sementara Camat Merek Tomi Heriko Sidabutar, selaku Pamong di wilayah Tongging , mengatakan akan mendukung isi kesepakatan tersebut, dengan cara akan saya sosialisasi ke daerah sekitar Tongging untuk diketahui masyarakat, dan meminta pengertian mereka agar peduli juga kebersihan, ” ujar Tomi singkat.

Hadir dalam acara ini Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fadhilah, Wagubsu Musa Rajeksah, para Bupati, para Danrem, para Ketua DPRD, para Dandim, dan para Kapolres, ( delapan Kepala Daerah sekawasan Danau Toba) dan Deputi Kemenkomaritim.

(David)

LEAVE A REPLY