Lukisan “Prediksi” Karya ASN Bogor Untuk Para Yatim

Berita Bogor, Media Online News Indonesia.
Menuangkan prediksi pribadi melalui goretan lukisan menjadi hobi unik salah satu Aparat Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bogor .  Seperti yang dilakukan Dedi Rohadi.
Pria kelahiran Bogor, 16 April 1963 ini mempelajari lukisan secara otodidak. Tak seperti lukisan pada umumnya, tiap goretan dalam karyanya mengandung arti.
“Setiap warna punya arti. Garis ini maksudnya adalah hubungan antara Kholik dan makhluk,” ucapnya.
Ia mengaku, berupaya mengkolaborasikan nilai seni dan agama dalam lukisannya. Karena, Dedi menganggap setiap fenomena alam hingga perpolitikan dapat diprediksi berdasar perhitungan khazanah agama.
“Saya gunakan teori Al-Jabbar untuk tiap angka dalam lukisan ini,” ucapnya.
Seperti lukisan yang dinamai Silih Asah,Asuh. Terdapat penjelasan tentang perilaku kehidupan sehari hari dan ukhuwah.
“Lukisan ini menggambarkan prinsip muamalah,” tuturnya.
Penjelasan dalam lukisan adalah manusia makhluk sosial yang notabennya adalah sama-sama makhluk tuhan, tanpa melihat perbedaan suku, bangsa bahkan agama.
“Semua manusia makhluk sempurna, yang membedakan hanyalah akal dan budinya,” tukasnya.
Anak ke dua dari lima bersaudara ini menekuni dunia lukis sejak tahun 1980. Dan mulai dituangkan mulai tahun 2018 mengikuti gejolak alam.
“Saat musim bencana, saya terdorong untuk bercerita di dalam lukisan ini,” tuturnya.
Dalam jangka waktu beberapa tahun, Dedi membuat lukisan lebih dari 20 karya. Semua karyanya dibuat saat waktu istirahat bekerja.
“Tugas pokok saya sebagai ASN tetap prioritas. Karena itu saya melukis di saat semua kerjaan selesai dan diwaktu istirahat,” ucapnya.
Bahkan sempat salah satu karyanya memikat orang yang melihat. Hingga dijadikan  simbul salah satu paguyuban di Bogor.
“Siapapun yang izin dan meminta lukisan saya pasti saya kasih. Hingga hari ini dijadikan logo paguyuban,” tuturnya.
Meski mencintai buah karyanya, Dedi mengaku  tak kebwratan juga lukisannya dibeli oleh orang  lain. Namun untuk kepentingan sosial. Tampa mengambil keuntungan.
“Jika ada yang tertarik memiliki lukisan saya. Uang yang diberikan  pembeli akan saya serahkan kepada yatim sepenuhnya,” Kakek enam cucu.
Hobi dan bakat melukis Dedi mendapat dukungan dari atasannya. Kadis PUPR, Yani Hasan mengaku bangga memiliki mitra dibawahnya yang mampu memaksimalkan waktu senggang sebagai ASN.
“Meski seorang ASN dia mampu memanfaatkan waktu senggangnya, dengan hal positif,”  tukasnya.
Menurutnya, pengembangan SDM sudah bukan perkara sulit. Pasalnya, sarana dan prasarana telah tersedia.
“Kami disini bisa internetan, jadi bisa mengakses pengetahuan apapun untuk meningkatkan kualitas,” tukasnya.
(Man)

LEAVE A REPLY