Jalan Pertanian Di Desa Serdang Butuh Perhatian Dari Pemkab Karo

 

Tanah Karo.Olnewsindonesia,Minggu(11/03)

Jalan pertanian yang berada di Desa Serdang Kecamatan Barusjahe  Kabupaten Karo Sumut ,  kondisinya hancur –hancuran sangat butuh perhatian dari pemerintahan desa maupun Kabupaten. Yang mana jalan pertanian yang sangat rusak dari jalan besar menuju tanah perladangan(kebun) Tanjung Brehan, sepanjang 350 Meter dari jalan hitam desa.

Hal ini dikatakan Andi Barus (30) warga desa yang ditemui olnewsindonesia.com , dilokasi jalan rusak, Jumat (9/3/18), kata dia, rusaknya jalan ini sudah barang tentu sangat memberatkan bagi para petani karena  ongkos hasil tani hendak dibawa ke sentra produksi semakin meningkat.

“Seingat saya 10 tahun yang lalu jalan ini sudah pernah di Sorong dgn Beko alat berat setelahnya itu tidak ada lagi perbaikan hingga sekarang. Bila hujan turun, badan jalan dipenuhi air secara berangsur jalan yang belum dibatui menjadi berlobang sehingga semakin hari semakin sulit untuk dilalui, katanya.

Sementara  pengakuan Andi,  hasil tani dari perladangan Tanjung Brehan, seperti buah   jeruk dan tanaman muda lainnya, hasilnya lumayan banyak, akan tetapi akses jalan ini tidak diperbaiki, sudah barang tentu hasil dari pertanian itu semakin menurun terus.

Bila akses jalan ini diperbaiki, saya yakin peningkatan prekonomian masyarakat khususnya bagi petani di perladangan Tanjung Brehan saya jamin pasti meningkat drastis. Persoalanya sekarang,  adakah niat pemerintah untuk mensejahtrakan warganya ?, bila berkata ia, sisihkan dana DD untuk memperbaiki jalan ini, pintanya.

Masih ditempat yang sama, Edu Bangun mengaku bahwa  tanah perladangan Tanjung Brehan, dulunya  adalah lokasi Desa, namun  sekarang telah dijadikan tempat lahan pertanian. Bicara soal akses jalan, dari dulu hingga sekarang belum ada perubahan. Sedangkan hasi tani dari lokasi ini terus meningkat, katanya.

Harapan kami kedepan, semoga jalan ini diperbaiki  oleh Pemerintah agar kami warga hendak membawa hasil tani kami ke kota bisa lancar, harapnya.

Sementara, Marjuki Bukit (50) petani jeruk yang ditemui dilokasi itu mengatakan, “ akibat kerusakan jalan ini sangat berdampak buruk  bagi pendapatan hasil dari pertanian kami, coba bayangkan,  panen jeruk  hasilnya dapat berkisar  7 ton, alat pengangkutan dari ladang  harus melalui sepeda motor,  ongkos barang harganya Rp 25.000, sekali jalan dengan muatan 50 Kg. Kalau jalan ini bagus tentunya biaya sebanyak Rp 6 juta bisa digunakan untuk keperluan lainya, lirih nya .

Padahal, dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanjan Negara (APBN), katanya ada masuk ke desa ini dengan  tujuan  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan , proritas pengunaan dana desa diarahkan untuk pelaksanaan progam dan kegiatan pembangunan di desa ini, manaaaa,?! katanya dengan setengah emosi.

Untuk lebih jelasnya untuk penggunaan dana Desa silahkan dipertanyakan kepada Kepala desa Serdang , akhirnya.

Saat Kepala Desa Serdang  hendak dikonfirmasi oleh crew di Desa itu kemarin, Jumat (9/3/18) belum berhasil, menurut sumber  bahwa Kades rapat di Kabanjahe.

(Bz laia /David)

LEAVE A REPLY