HUT Ke-43 PT Indocement “Tetap Komitmen Pada Masyarakat”

Berita Kabupaten Bogor, OL News Indonesia, Sabtu (04/08)

PT Indocement/Tiga roda merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke _43, di Masjid Assalam, Citeureup, Hari ini.

Beberapa agenda dihelat, diantaranya pemberian hadiah hingga penghargaan.

Kepada OLNews Indonesia,Direktur Utama Christian Kartawijaya menerangkan. Di tengah situasi yang sulit, Indocement akan terus mempertahankan program-program yang bermanfaat pada masyarakat.

SEMERINGAH: Beberapa peserta binaan Indocement diberikan penghargaan langsung oleh Direktur Utama PT Indocement, dalam acara HUT ke-43 PT Indocement, hari ini.
SEMERINGAH: Beberapa peserta binaan Indocement diberikan penghargaan langsung oleh Direktur Utama PT Indocement, dalam acara HUT ke-43 PT Indocement, hari ini.

“Yang pasti adanya Indocement akan terus memberi manfaat pada masyarakat,” tukasnya.

Karenanya, ia mengaku memiliki segudang strategi untuk mempertahankan konsistensi perusahaannya tersebut. Diantaranya kebaikan harga bertahap.

Tak hanya itu, kondisi tersebut juga diperparah dengan penerapan regulasi oversized dan overload yang dinilai menambah beban para produsen.

Ia menjelaskan, bahwa terdapat beberapa penyebab tergerusnya kinerja keuangan perseroan pada semester I/2018. Pertama, kebijakan libur panjang yang menghambat proses pengiriman pasokan.

Kedua, adanya kenaikan harga batu bara di atas U$$100 per ton pada kuartal II/2018 ditambah harga bahan bakar minyak yang ikut naik. Kondisi itu membuat biaya logistik kian tinggi untuk truk operasional dan pengangkutan semen curah.

Selanjutnya, Christian menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar juga membebani perseroan. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan 35%—40% menggunakan mata uang Negeri Paman Sam.

“Kami kesulitan untuk meneruskan kenaikan biaya ke pasar dalam bentuk kenaikan harga, khususnya di pasar utama Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta Jawa Barat karena kelebihan pasokan. Persaingan kian ketat dengan banyaknya pemain baru di Jawa Barat,” ujarnya.

Kelebihan pasokan, sambungnya, telah mencapai lebih dari 40 juta ton. Akibatnya, utilisasi pabrik hanya 65% dan 3—4 lini pabrik perseroan terpaksa ditutup.

Christian menyebut perseroan juga menghadapi tekanan dari penerapan kebijakan overload dan oversize (ODOL). Padahal, terdapat potensi kenaikan volume permintaan semen 20%—30% pada semester II/2018.

Untuk mengejar keuntungan pada sisa tahun ini, sambungnya, INTP juga memiliki sejumlah strategi lain. Beberapa langkah yang ditempuh yakni dengan menekan fixed cost dan menjalankan pabrik yang efisien.

“Menaikkan harga jual untuk pass through sebagian kenaikan biaya,” ujarnya.

Karena itu, ia menjamin perusahaan akan terus bangkit dan semakin maju. Dengan target 6 hingga 7 persen peningkatan.

(Man)

LEAVE A REPLY